LAPORAN
PEMBUATAN KOMPOS
ORGANIK
Di Susun oleh:
1.
Abdul
Wahab
2.
Nuryaman
3.
Melly
Silvana Dewi
4.
Yandi
5.
Shita
Rohimah
6.
Maya
Devia
7.
Saepul
HIdayat
8.
Dede
Erviana
9.
Abdul
Latif
10.
Eko
Komarudin
11.
Agus
12.
Firman
Usmana
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-HASIBIYAH
SMK HARAPAN BANGSA BOJONGHAUR
LENGKONG – SUKABUMI
2012
Segala puji bagi Allah SWT yang telah
menolong hamba-Nya menyelesaikan laporan ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin
penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Cara
Pembuatan Kompos”. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan
berbagai rintangan.Baik itu yang datang dari
diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namundengan penuh kesabaran
dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalahini dapat terselesaikan. Laporan ini memuat tentang “
“Tekhnik Cara
Pembuatan Kompos”.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih
kepada guru SMK Harapan Bangsa yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan laporan ini.Semoga laporan ini ini dapat memberikan wawasan
yang lebih luas kepada pembaca.
Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon
untuk saran dan kritiknya.
Bojonghaur,
13 November 2012
Penulis
I.
PENDAHULUAN
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal
dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi
atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut
belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan.
Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan
dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan
pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu
ruang. Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos dirasa masih perlu
ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan
peternak dan
mengatasi pencemaran lingkungan.
Proses pengomposan adalah proses menurunkan
C/N
bahan organik
hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Selama proses pengomposan,
terjadi perubahan-perubahan unsur kimia 1
yaitu : 1)
karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin
menjadi CO2 dan H2O, 2) penguraian senyawa organik menjadi
senyawa yang
dapat diserap tanaman.
Kompos merupakan salah satu komponen untuk
meningkatkan
kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat
pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang
berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama.
Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam
memperbaiki struktur tanah dan melambungnya harga pupuk buatan maka
perlu disusun
buku petunjuk teknis pembuatan kompos organic berbahan kotoran ayam
untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran ayam, sekaligus
memproduksi pupuk organic yang akhirnya akan menambah pendapatan.
2. PEMBAHASAN
Pembuatan
kompos adalah penumpukan bahan – bahan organism dan membiarkannya terurai
menjadi bahan – bahan yang mempunyai nisbah C/N yang rendah (telah melapuk).
Bahan – bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, langsung
digunakan sebagai pupuk, tetapi bila C/N nya tinggi harus dikomposisikan dulu
sehingga melapuk denga C/N rendah yakni 10-12 (Rinsemo 1993).
Dalam
pembuatan kompos ini dapat dikemukankan 3 cara yaitu cara Krantz, Indore, dan
Macdonald.
Cara
Krants yaitu dengan mengguanaka bahan – bahan mentah (serasah sampah organic,
dan lain – lain) ditumpuk setinggi 50 cm atau lebih. Kemudian diberi pupuk
kandang sebagai aktifator, setelah beberapa hari temperature mencapai 500C
– 600C, temperature ini bisa mematikan kuman – kuman serta biji –
biji tanaman pengganggu. Tumpukan di injak – injak sehingga keadaan menjadi
anaerob, selanjutnya di tambahkan bahan – bahn mentah sehingga tumpukan
mencapai sekitar 80 cm, demikian seterusnya perlakuan penambahan dilakukan
sampai tumpukan menjadi tinggi sekitar 1,5 m. kemudian tumpukan harus ditutup
dengan lapisan tanah bagian atasnya, untuk mencegah kehilangan N lebih lanjut
dan juga melindungi kompos dari pengaruh teriknya sinar matahari. Setelah 1
bulan biasanya kompos telah matang dan dapatdipergunakan.
Cara
Indore yaitu dengan menggunakan bahan – bahan mentah ( serasah, sampah, bahan
organic dan lain – lain ) di tumpuk berlapis – lapis setinggi
60
cm dengan ukuran panjang, lebar 2.5 x 2.5 cm. setiap lapisan tingginya sekitar
15 cm, jadi bagi ketinggian 60 cm harus di buat 4 lapisan. Di antara lapisan –
lapisan diberikan pupuk kandang sebagai lapis yang tipis, atau di siram dengan
cairan pupuk kandang. Lakukan perlakuan pembalikan, lapisan – lapisan kompos
itu secara teratur, yaitu pada hari ke 15, 30 dan 60. Pembalikan ini di maksud
untuk meratakan penguraian. Pada pembalikan ini lapisan 1 dan ke 4 di satukan dan
jua lapisan ke 2 dan ke 3 di satukan dan di tumpukan ke 1 di letakkan di bawah
dan di tumpukan ke 2 di atasnya setelah umur kompos 60 hari kedua tumpukan di
satukan dan di lakukan pembalikan secara merata. Agar kompos tetap dalam
keadaan anaerob perlu di tempatkan dibawah atap agar tidak terkena air hujan.
Cara
Macdonald menggunakan bahan – bahan
mentah, ( batang – batang kecil dan daun – daunan, serasah atau sampah
tanaman ) di masukan kedalam tempat tumpukan bahan – bahan mentah dan mencapai
tinggi sekitar 1 m, sekitar 20 cm tinggi di beri anti factor misalnya pupuk
kandang atau sayuran yang telah busuk untuk pegembangan bakteri. Di dalam
tumpukan itu aka menimbulkan panas, dalam keadaan panas biji – biji tanaman dan
larva hama tanaman dapat terbunuh. Pada waktu kering segera siramkan cairan
pupuk kandang secukupnya dan kemudian tutup kembali. Setelah 2 sampai 3 bulan
kompos dapat di gunakan.
Faktor
– faktor yang mempengaruhi dalam proses pengomposan yang perlu di perhatiakan
adalah sebagai berikut:
a. Kelembapan
timbunan bahan kompos, pengaruh terhadap kehidupan mikrobia, agar tidak terlalu
kering atau basah dan tergenang. Aerasi timbunan, berhubungan erat dengan
kelengasan.
3. METODE
Pupuk memang
peranan penting dalam menyuburkan tanaman. Saying untuk memperolehnya,
seseorang perlu membeli terlebih dahulu ditempat yang menyediakan pupuk.
Lokasinya pun belum tentu dekat, terkadang jauh dari tempat tinggal. Sehingga
membuat orang enggan mencarinya. Namun sering perkembangan waktu pupuk bisa
dibuat sendiri dengan menggunakan bahan – bahan disekitar kita.
Berikut adalah metode pembuatan kompos:
1. Bahan
hijau mengandung (N). contohnya: daun – daun hijau atau kotoran hewan
2. Bahan
coklat mengandung (C). contohnya: daun – daun kering, jerami dan sebagainya
3. Kotoran
hewan
4. Air
secukupnya
Persiapan Alat:
1. Tempat
pembuatan kompos, dapat berupa ember besar.
2. Kantung
plastik, untuk menutup kompos supaya tidak ada udara yang masuk
Penyusunan Bahan:
1. Perbandingan
bahan hijau : bahan coklat = 50 : 50.
2. Bahan
coklat diletakkan paling bawah pada tempat pembuatan kompos.
3. Selanjutnya
dimasukan bahan hijau diatasnya.
4. Bahan
hijau dan coklat di cacah, semakin kecil cacahan, proses pengomposan akan
semakin cepat.
5. Penyusunan
bahan hingga ketinggian maksimum 1 m.
Pencampuran Kompos:
1. Kotoran
hewan / kotoran ayam
2. Pengadukan
dilakukan perlahan – lahan hingga hingga merata.
3. Atur
kelembapan campuran. Jangan sampai terlaalu lembab.
4. Selanjutnya
campuran diletakkan pada tempat yang terhindar dari cahaya matahari langsung.
Dapat dilakukan penutupn dengan kantung plastik / karung ( terpal ).
5. Pastikan
campuran mendapat sirkulasi udara yang cukup, misalnya dengan cara melubangi
plastik / karung ( terpal )
Pengecekan Kompos:
1. Lakukan
pengukuran temperature dibeberapa tempat pembuatan kompos.
2. Pada
hari ke-4 dilakukan pengukuran temperature pada titik – titik yang sama.
Apabila terjadi perbedaan temperature yang signifikat >20C, maka dilakukan
pembalikan (mengaduk) kompos. Hal ini dilakukan agar oksigen tercampur secara
merata.
3. Apabila
proses pembalikkan kompos sudah 4 kali, amati perubahan warna baud an
temperature. Apabila warnanya sudah berubah menjadi coklat kehitaman, kemudian
bau kompos menyerupai aroma tanah, kompos telah menyusut 20-40% dari volume
awal, maka proses composting sudah selesai.
4.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kotoran
ayam dapat dibuat menjadi beberapa jenis kompos yaitu curah, blok, granula dan
bokhasi. Kompos sebagai pupuk organik yang berbahan kotoran ayam mempunyai
beberapa kelebihan dibandingkan pupuk anorganik. Selain itu, kompos juga
mempunyai prospek dan peluang yang besar untuk dipasarkan secara lebih meluas
untuk mengurangi ketergantungan petani
terhadap pupuk kimia. Penyediaan kompos organik yang berkelanjutan dan praktis
dapat mempermudah petani untuk memanfaatkannya sebagai penyubur tanah dan
tanaman pertaniannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar