Jumat, 13 September 2013

LAPORAN


LAPORAN
PEMBUATAN KOMPOS ORGANIK









Di Susun oleh:


1.    Abdul Wahab
2.    Nuryaman
3.    Melly Silvana Dewi
4.    Yandi
5.    Shita Rohimah
6.    Maya Devia
7.    Saepul HIdayat
8.    Dede Erviana
9.    Abdul Latif
10.           Eko Komarudin
11.           Agus
12.           Firman Usmana






YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-HASIBIYAH
SMK HARAPAN BANGSA BOJONGHAUR
LENGKONG – SUKABUMI
2012
KATA PENGANTAR
        Segala puji bagi Allah SWT yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan laporan ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.Makalah ini disusun agar pembaca dapat memperluas ilmu tentang “Cara Pembuatan Kompos”.          Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan.Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namundengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalahini dapat terselesaikan. Laporan ini memuat tentang “
“Tekhnik Cara Pembuatan Kompos”.
       Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru SMK Harapan Bangsa yang telah membimbing penyusun agar dapat menyelesaikan laporan ini.Semoga laporan ini ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya.



Bojonghaur, 13 November 2012



Penulis




I.    PENDAHULUAN
Kompos merupakan pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang telah mengalami proses dekomposisi atau pelapukan. Selama ini sisa tanaman dan kotoran hewan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan sebagai pengganti pupuk buatan. Kompos yang baik adalah yang sudah cukup mengalami pelapukan dan dicirikan oleh warna yang sudah berbeda dengan warna bahan pembentuknya, tidak berbau, kadar air rendah dan sesuai suhu ruang. Proses pembuatan dan pemanfaatan kompos dirasa masih perlu ditingkatkan agar dapat dimanfaatkan secara lebih efektif, menambah pendapatan peternak dan mengatasi pencemaran lingkungan.
Proses pengomposan adalah proses menurunkan C/N bahan organik hingga sama dengan C/N tanah (< 20). Selama proses pengomposan, terjadi perubahan-perubahan unsur kimia  1 yaitu : 1) karbohidrat, selulosa, hemiselulosa, lemak dan lilin menjadi CO2 dan H2O, 2) penguraian senyawa organik menjadi senyawa yang dapat diserap tanaman.
Kompos merupakan salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya struktur tanah dalam jangka waktu lama. 
Mengingat pentingnya pupuk kompos dalam memperbaiki struktur tanah dan melambungnya harga pupuk buatan maka perlu disusun buku petunjuk teknis pembuatan kompos organic berbahan kotoran ayam untuk memudahkan petani dalam memanfaatkan kotoran ayam, sekaligus memproduksi pupuk organic yang akhirnya akan menambah pendapatan.
2.  PEMBAHASAN
Pembuatan kompos adalah penumpukan bahan – bahan organism dan membiarkannya terurai menjadi bahan – bahan yang mempunyai nisbah C/N yang rendah (telah melapuk). Bahan – bahan yang mempunyai C/N sama atau mendekati C/N tanah, langsung digunakan sebagai pupuk, tetapi bila C/N nya tinggi harus dikomposisikan dulu sehingga melapuk denga C/N rendah yakni 10-12 (Rinsemo 1993).
Dalam pembuatan kompos ini dapat dikemukankan 3 cara yaitu cara Krantz, Indore, dan Macdonald.
Cara Krants yaitu dengan mengguanaka bahan – bahan mentah (serasah sampah organic, dan lain – lain) ditumpuk setinggi 50 cm atau lebih. Kemudian diberi pupuk kandang sebagai aktifator, setelah beberapa hari temperature mencapai 500C – 600C, temperature ini bisa mematikan kuman – kuman serta biji – biji tanaman pengganggu. Tumpukan di injak – injak sehingga keadaan menjadi anaerob, selanjutnya di tambahkan bahan – bahn mentah sehingga tumpukan mencapai sekitar 80 cm, demikian seterusnya perlakuan penambahan dilakukan sampai tumpukan menjadi tinggi sekitar 1,5 m. kemudian tumpukan harus ditutup dengan lapisan tanah bagian atasnya, untuk mencegah kehilangan N lebih lanjut dan juga melindungi kompos dari pengaruh teriknya sinar matahari. Setelah 1 bulan biasanya kompos telah matang dan dapatdipergunakan.
Cara Indore yaitu dengan menggunakan bahan – bahan mentah ( serasah, sampah, bahan organic dan lain – lain ) di tumpuk berlapis – lapis setinggi  60 cm dengan ukuran panjang, lebar 2.5 x 2.5 cm. setiap lapisan tingginya sekitar 15 cm, jadi bagi ketinggian 60 cm harus di buat 4 lapisan. Di antara lapisan – lapisan diberikan pupuk kandang sebagai lapis yang tipis, atau di siram dengan cairan pupuk kandang. Lakukan perlakuan pembalikan, lapisan – lapisan kompos itu secara teratur, yaitu pada hari ke 15, 30 dan 60. Pembalikan ini di maksud untuk meratakan penguraian. Pada pembalikan ini lapisan 1 dan ke 4 di satukan dan jua lapisan ke 2 dan ke 3 di satukan dan di tumpukan ke 1 di letakkan di bawah dan di tumpukan ke 2 di atasnya setelah umur kompos 60 hari kedua tumpukan di satukan dan di lakukan pembalikan secara merata. Agar kompos tetap dalam keadaan anaerob perlu di tempatkan dibawah atap agar tidak terkena air hujan.
Cara Macdonald menggunakan bahan – bahan  mentah, ( batang – batang kecil dan daun – daunan, serasah atau sampah tanaman ) di masukan kedalam tempat tumpukan bahan – bahan mentah dan mencapai tinggi sekitar 1 m, sekitar 20 cm tinggi di beri anti factor misalnya pupuk kandang atau sayuran yang telah busuk untuk pegembangan bakteri. Di dalam tumpukan itu aka menimbulkan panas, dalam keadaan panas biji – biji tanaman dan larva hama tanaman dapat terbunuh. Pada waktu kering segera siramkan cairan pupuk kandang secukupnya dan kemudian tutup kembali. Setelah 2 sampai 3 bulan kompos dapat di gunakan.
Faktor – faktor yang mempengaruhi dalam proses pengomposan yang perlu di perhatiakan adalah sebagai berikut:
a.       Kelembapan timbunan bahan kompos, pengaruh terhadap kehidupan mikrobia, agar tidak terlalu kering atau basah dan tergenang. Aerasi timbunan, berhubungan erat dengan kelengasan.

3. METODE
Pupuk memang peranan penting dalam menyuburkan tanaman. Saying untuk memperolehnya, seseorang perlu membeli terlebih dahulu ditempat yang menyediakan pupuk. Lokasinya pun belum tentu dekat, terkadang jauh dari tempat tinggal. Sehingga membuat orang enggan mencarinya. Namun sering perkembangan waktu pupuk bisa dibuat sendiri dengan menggunakan bahan – bahan disekitar kita.
Berikut adalah metode pembuatan kompos:
1.      Bahan hijau mengandung (N). contohnya: daun – daun hijau atau kotoran hewan
2.      Bahan coklat mengandung (C). contohnya: daun – daun kering, jerami dan sebagainya
3.      Kotoran hewan
4.      Air secukupnya
Persiapan Alat:
1.      Tempat pembuatan kompos, dapat berupa ember besar.
2.      Kantung plastik, untuk menutup kompos supaya tidak ada udara yang masuk
Penyusunan Bahan:
1.      Perbandingan bahan hijau : bahan coklat = 50 : 50.
2.      Bahan coklat diletakkan paling bawah pada tempat pembuatan kompos.
3.      Selanjutnya dimasukan bahan hijau diatasnya.
4.      Bahan hijau dan coklat di cacah, semakin kecil cacahan, proses pengomposan akan semakin cepat.
5.      Penyusunan bahan hingga ketinggian maksimum 1 m.
Pencampuran Kompos:
1.      Kotoran hewan / kotoran ayam
2.      Pengadukan dilakukan perlahan – lahan hingga hingga merata.
3.      Atur kelembapan campuran. Jangan sampai terlaalu lembab.
4.      Selanjutnya campuran diletakkan pada tempat yang terhindar dari cahaya matahari langsung. Dapat dilakukan penutupn dengan kantung plastik / karung ( terpal ).
5.      Pastikan campuran mendapat sirkulasi udara yang cukup, misalnya dengan cara melubangi plastik / karung ( terpal )
Pengecekan Kompos:
1.      Lakukan pengukuran temperature dibeberapa tempat pembuatan kompos.
2.      Pada hari ke-4 dilakukan pengukuran temperature pada titik – titik yang sama. Apabila terjadi perbedaan temperature yang signifikat >20C, maka dilakukan pembalikan (mengaduk) kompos. Hal ini dilakukan agar oksigen tercampur secara merata.
3.      Apabila proses pembalikkan kompos sudah 4 kali, amati perubahan warna baud an temperature. Apabila warnanya sudah berubah menjadi coklat kehitaman, kemudian bau kompos menyerupai aroma tanah, kompos telah menyusut 20-40% dari volume awal, maka proses composting sudah selesai.
4.     KESIMPULAN DAN SARAN
Kotoran ayam dapat dibuat menjadi beberapa jenis kompos yaitu curah, blok, granula dan bokhasi. Kompos sebagai pupuk organik yang berbahan kotoran ayam mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan pupuk anorganik. Selain itu, kompos juga mempunyai prospek dan peluang yang besar untuk dipasarkan secara lebih meluas untuk mengurangi  ketergantungan petani terhadap pupuk kimia. Penyediaan kompos organik yang berkelanjutan dan praktis dapat mempermudah petani untuk memanfaatkannya sebagai penyubur tanah dan tanaman pertaniannya.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar